Mengukur Kemampuan Berpikir Analitis dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Calon Guru Fisika STKIP Al Hikmah Surabaya

  • Faiz Hasyim STKIP Al Hikmah Surabaya

Abstract

Abstrak


Penelitian ini bertujuan memetakan penguasaan kemampuan berpikir analitis dan keterampilan proses sains mahasiswa calon guru fisika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa calon guru fisika STKIP Al Hikmah Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan data kemampuan awal mahasiswa dan teknik tes kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kemampuan berpikir analitis dan keterampilan proses sains mahasiswa calon guru fisika STKIP Al Hikmah Surabaya terbagi dalam tiga level yaitu level tinggi sebanyak 33%, level sedang sebanyak 50%, dan level rendah sebanyak 17%. Penguasaan keterampilan berpikir untuk masing-masing kriteria adalah satu kriteria berada pada kategori tinggi, dua kriteria berada pada kategori sedang, dan satu kriteria berada pada kategori rendah.


Kata kunci: kemampuan berpikir analitis, keterampilan proses sains, mahasiswa calon guru fisika.


 


MEASURING PRE-SERVICE PHYSICS TEACHERS’ ANALYTICAL THINKING ABILITY AND SCIENCE PROCESS SKILLS OF STKIP AL HIKMAH SURABAYA


 Abstract


This research is designed to classify pre-service physics teachers’ analytical thinking ability and science process skills. It is a descriptive qualitative research. This research was conducted on pre-service physics teachers of STKIP Al Hikmah Surabaya. Data collection technique used in this research was the result of students' pretest and test, afterwards the data were analyzed using descriptive analysis technique. The result shows that the pre-service physics teachers’ analytical thinking ability and science process skills of STKIP Al Hikmah Surabaya is divided into three level, those are high level (33,3%), moderate level (50%), and low level (16,7%). The proficiency of thinking skill ability for each criterion is divided into three categories: first, a criterion is considered as high category; second, two criteria are considered as medium category; and third, one criterion is considered as low category.


Keywords: analytical thinking ability, science process skills, pre-service physics teacher.

References

Anderson, L.W., & Krathwohl, D.R. (2010). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen: Revisi taksonomi pendidikan bloom. (Terjemahan Agung Prihantoro). New York: Addison Wesley Longman, Inc. (Buku asli diterbitkan tahun 2001).

Cohen, Louis., Manion, Laurence., & Morrison, Keith. (2000). Research Methods in Education. London: Routledge Falmer.

Groothoff, J.W., Frenkel, J., Tytgat, G.A.M., et. al, (2008). Growth of analytical thinking skills over time as measured with the MATCH test. Journal of Medical Education, 42, 1037–1043. Diambil pada tanggal 14 Mei 2015, dari http://eds.b.ebscohost.com/eds/detail/detail?sid=a85894bf-9815-4a46-9385.

Hasyim, Faiz. (2015). Pengembangan Instrumen Integrasted Assessment Fisika untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Analitis Peserta Didik SMA pada Pokok Bahasan Elastisitas. Thesis, tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Yogyakarta.

Husain, H., Mokri, S.S., Hussain, A., et. al, (2012). The level of critical and analytical thinking skills among electrical and electronics engineering students. Journal of Asian Social Science, 8, 80-87. Diambil pada tanggal 14 Mei 2015, dari http://search.proquest.com/docview/1346923175/BF201.

McDonald, G. (2012). Teaching critical & analytical thinking in high school biology. Journal of The American Biology Teacher, 74, 178–181. Diambil pada tanggal 14 Mei 2015, dari http://search.proquest.com/docview/947862175/BF201ED45A9C41E0PQ/8?Ac..

Mundilarto.(2010). Penilaian hasil belajar fisika. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Instruktional Sains.

Nuangchalerm, P. (2009). Cognitive development, analytical thinking and learning satisfaction of second grade students learned through inquiry-based learning. Journal of Asian Social Science, 5, 82-87. Diambil pada tanggal 17 Mei 2015, dari http://www.eric.ed.gov/contentdelivery/servlet/ERICServlet?accno=ED506511.

Prasetyo, Z. K., Senam, Wilujeng, I., et. al, (2011). Pengembangan perangkat pembelajaran sains terpadu untuk meningkatkan kognitif, keterampilan proses, kreativitas serta menerapkan konsep ilmiah peserta didik SMP. Laporan Penelitian. UNY.

Rusou, Z., Zakay, D., & Usher, M. (2013). Pitting intuitive and analytical thinking against each other: The case of transitivity. Journal of Psychonomic Bulletin & Review, 20, 608-614. Diambil pada tanggal 17 Mei 2015, dari http://eds.b.ebscohost.com/eds/detail/detail?sid=73c86b33-25674929ac4b31d4e9f1b02f.

Rustaman, N. (2005). Strategi belajar mengajar biologi. Malang: UM Press.

Sudijono, A. (2007). Pengantar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sukardjo. (2012). Evaluasi pembelajaran IPA. Yogyakarta: UNY.

Surapranata, S. (2005). Panduan penulisan tes tertulis: Implementasi kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, M. U. (2006). Menjadi guru profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Published
2018-04-30
How to Cite
HASYIM, Faiz. Mengukur Kemampuan Berpikir Analitis dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Calon Guru Fisika STKIP Al Hikmah Surabaya. JIPVA, [S.l.], p. 80-89, apr. 2018. ISSN 2598-0904. Available at: <http://e-journal.ivet.ac.id/index.php/jipva/article/view/591>. Date accessed: 19 nov. 2018. doi: https://doi.org/10.31331/jipva.v2i1.591.
Section
Article

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.