PENGARUH PENGGUNAAN KNALPOT STANDAR DAN KNALPOT RACING R9 TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN TINGKAT KEBISINGAN PADA MOTOR VIXION 2013

  • Akhmad Syaekhu Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas IVET
  • Nuraedhi Apriyanto Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas IVET
  • Toni Setiawan Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas IVET

Abstract

Indonesia salah satu negara yang mengalami peningkatan jumlah kendaraaan motor yang signifikan, terutama sepeda motor yamaha vixion merupakan motor bertipe sport, kendaraan bermotor yang mengakibatkan polusi suara timbul akibat tingkat kebisingan berlebihan.


Tujuan Penelitian mengetahui hasil analisa tingkat kebisingan dan emisi gas buang yang dihasilkan sepeda motor antara knalpot standar dengan racing R9


Dengan metode penelitian eksperimen Intact-Group Comparison. kelompok eksperimen (diberi perlakuan) dan kelompok kontrol (tidak diberi perlakuan). Populasi semua jenis knalpot kendaraan motor, Sampel 2 jenis knalpot, yaitu standar dan racing. variabel bebas penggunaan knalpot standar dan knalpot racing pada sepeda motor.Variabel terikat emisi gas buang dan tingkat kebisingan. Hasil penelitian menggunakan Uji N-gain, pada tingkat kebisingan dari empat pengujian memiliki kriteria sedang dari nilai rata-rata knalpot standar =77 dan knalpot Racing R9 =87. Pada emisi gas buang Pengujian menggunakan knalpot racing menghasilkan data yang stabil. Untuk pengontrolan senyawa CO, knalpot standar lebih bagus mereduksi kadar CO dibandingakan dengan knalpot racing, untuk senyawa  HC, knalpot racing lebih stabil dalam mereduksi kadar HC dibandingkan dengan knalpot standar. Pada senyawa HC pada knalpot standar yang dibandingkan dengan knalpot Racing R9 dapat menurunkan emisi gas buang HC dengan signifikan, Pada senyawa CO knalpot Standar lebih bagus dibandingkan knalpot racing R9


Jadi tingkat kebisingan dan emisi gas buang knalpot racing R9 lebih tinggi dari pada knalpot standar. Sehingga knalpot racing R9 lebih berbahaya apabila sering digunakan karena mengandung tingkat kebisingan yang terlalu tinggi.


 


Kata Kunci: Knalpot Standar Dan Racing, Tingkat Kebisingan, Emisi Gas Buang

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta Badan pengelola lingkungan hidup daerah jakatra 2013. Zat-zat pencemar udara

Boentarto (2005). Cara pemeriksaan, penyetelan dan perawatan sepeda motor. Yogyakarta: c.v Andi offset

Christopher A.P, S. Ked.(2009). Noise Inducsed Hearingloss (nihl). Riau: Universityof Riau

Daryanto, (2013). Teknik Sepeda Motor. Yrama Widya, Bandung.

Ellyanie. (2011). Pengaruh Penggunaan Three–Way Catalytic Converter Terhadap Emisi Gas Buang Pada Kendaraan Toyota Kijang Innova. Prosiding Seminar Nasional Avoer, Hal 437-445 ISBN : 979-587-395-4

Endarko, dkk.(2008). Fisika Jilid 2 Untuk Smk Teknologi. jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan NasionalTahun 2008.

Poetra, Faizal Afandi. (2014). Pelaksanaan Penertiban Pelanggaran Pengemudi Sepeda Motor Dalam Penggunaan Knalpot Diatas Ambang Batas Kebisingan. Universitas Brawijaya

Forcetto, A.L.S., Daemme, L.C. (2016) Environmental Impact of Motorcycle Replacement Exhaust Systems in Sao Paulo City, WTT Transactions on Ecolofy and The Environment, Vol. 210, pp. 641-652.

Hamidi. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang : UPT.UMM, 2007,

http://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/permen/2018/PM_33_TAHUN_2018.pdf

Ikta wahyu widodo, dkk. (2006). Smart Muffler (Knalpot Multi Suara) Sebuah Knalpot Inovatif Yang Mampu Menaikan Performa Kendaraan Bermotor. Jurnal. Semarang : Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Isranda, (2007). Pengaruh Gas Buang Terhadap Kinerja Motor Bensin. Fakultas Teknik. Politeknik Negri Padang. Padang.

Kabib, Masruki. (2009). Pengaruh pemakaian campuran premium dengan champor terhadap performasi dan emisi gas buang mesin Toyota kijang seri 4K. Jurnal Sain dan Teknologi. Vol. 2 No. 2. Hal : 1-17

Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Nomor : 3674 K/24/DJM/2006, Tanggal 17 Maret 2006

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP- 51/MEN/1999. Hubungan antara batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan

Kosasih, D.P & Rachman, M (2019) Pengaruh Penggunaan Knalpot Modifikasi Terhadap Suhu dan Kebisingan Suara Pada Sepeda Motor. JURNAL MESA JENDELA INFORMASI TEKNIK Vol. 3 No. 2. ISSN 2355-9241

Lentner, M. and T. Bishop. (1986). Experimental Design and Analysis. Valey Book Company. Blacksburg

Lovinska, W. (2012). Fungsi knalpot. http://k2otomotif.blogspot.com/2012/02/fu ngsi knalpot-sejarahnyafungsi.htm

Mustafa. 2010. Pengurai Variabel Hingga Instrumental. Graha Ilmu. Jakarta.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009 Kesesuaian Jenis mesin kendaraan dengan tingkat kebisingan

Prabu, (2009). Dampak Kebisingan terhadap Kesehatan. , 2009. Dampak Kebisingan terhadap Kesehatan. http://putraprabuwordpress.com/2009/01/02/

Pramoto Aji, (2010). Efek Perubahan Ukuran Diameter Header Knalpot Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Akelerasi Pada Sepeda Motor 4 Tak. Fakultas Teknik. IST AKPRIND. Yogyakarta.

Rudi Hartono,dkk (2009) .Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Jilid 2. Jakarta; Diterbitkan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.

Sambodo Ibnu, (2008). Rancang Desain Knalpot Pada Motor Trail YZ-F. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Yogyakarta.

Setiawan, A., Winarno, J., Syamsiro, M. (2017) Studi Eksperimental Unjuk Kerja Campuran Solar-Biodiesel Minyak Jelantah pada Mesin Diesel, Jurnal Mekanika dan Sistem Termal, Vol. 2, No. 1

Sipahutiar Riman, (2011). Catalitic Converter Terhadap Emisi Gas Buang Pada Motor Yamaha Rx-King Tahun Pembuatan 2006. Fakultas Tknik. Universitas Sriwijaya. Palembang

Subandono. E., Sukoco & Syamsiro. M (2017) Analisis Tingkat Kebisingan Knalpot Sepeda Motor Produk Industri Kecil. Jurnal Mekanika dan Sistem Termal, Vol. 2(2),:21-26

Suma’mur, (2009). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : PT. Sagung Seto.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta. Bandung

Suratman, (2013) Service Auto mobil Pengantar Praktis Teknik Otomotif. CV. Pustaka Grafika. Bandung.

Susongko, P. (2016). Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan. Badan Penerbit Universitas Pancasakti Tegal. Kota Tegal

Tim Penyusun UNY.(2003). Teknik Dasar Motor Diesel.Yogyakarta: Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan MenengahKejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Winarno. Joko. Studi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermesin Bensin Pada Berbagai Merk Kendaraan Dan Tahun Pembuatan. 2017.
Published
2022-05-13
How to Cite
SYAEKHU, Akhmad; APRIYANTO, Nuraedhi; SETIAWAN, Toni. PENGARUH PENGGUNAAN KNALPOT STANDAR DAN KNALPOT RACING R9 TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN TINGKAT KEBISINGAN PADA MOTOR VIXION 2013. Journal of Vocational Education and Automotive Technology, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 153-164, may 2022. ISSN 2715-9922. Available at: <https://e-journal.ivet.ac.id/index.php/joveat/article/view/2105>. Date accessed: 05 dec. 2022.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.