Sosialisasi Kelengkapan Administrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Pekerja Proyek Bangunan

  • Dwi Nur Siti Marchamah Universitas Ivet
  • Choyrun Nisa Universitas Ivet

Abstract

Work accidents are accidents that occur related to work, including diseases that arise due to work relations, as well as accidents that occur on the way to and from work. The purpose of this community service is to increase the understanding of building project workers to be able to participate in BPJS Ketenagakerjaan. So that it can support the optimization program for the implementation of the Employment Social Security Program launched by the Government. The method of community service is carried out by counseling, discussion, and mentoring. As for the results of the service, it was obtained that counseling and mentoring accompanied by discussions of building project workers CV. Griya Rencana in Karanganyar Regency, has a positive impact on understanding and awareness of the completeness of occupational health and safety (K3) administration.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. (2020). Angka Kecelakaan Kerja. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Buntarto. (2015). Panduan Praktis Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Industri (1st ed.). Pustaka Baru Press.

Dahlan, A. (2019). Model Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagai Hak Tenaga Kerja Industri Batu Alam di Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon Perspektif Maqashid Syariah. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 2(1). https://doi.org/10.47971/mjhi.v2i1.148

OHSAS 18001. (n.d.). Occupational Health and Safety Assessment Series.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) No. 50 Tahun 2012. (n.d.). Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Putra, A. A. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Pekanbaru. Repository.Unri.Ac.Id, 1–15.

Putri, K. D. S., & Denny, Y. (2014). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menggunakan Alat Pelindung Diri. The Indonesian Journal of Occupational Safety , Health and Environment, 1(1), 24–36.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 pasal 89 ayat 1 tentang Ketenagakerjaan. (n.d.). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 pasal 89 ayat 1 tentang Ketenagakerjaan.

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 yaitu tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. (n.d.). Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 yaitu tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.



Utami, S. A. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) pada Pekerja Bagian Produksi Tambang PT. Arteria Daya Mulia Kota Cirebon Tahun 2021. Journal of Health Research Science, 1(02). https://doi.org/10.34305/jhrs.v1i02.368

Wulandani, C. D., Wardani, M. K., & Harianto, F. (2015). Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Proyek Pembangunan Apartemen Gunawangsa MERR Surabaya. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan III 2015 Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, ISBN 978-602-98569-1-0, 773–780.
Published
2022-07-29
How to Cite
MARCHAMAH, Dwi Nur Siti; NISA, Choyrun. Sosialisasi Kelengkapan Administrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Pekerja Proyek Bangunan. Manggali, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 177-184, july 2022. ISSN 2798-4435. Available at: <https://e-journal.ivet.ac.id/index.php/manggali/article/view/2144>. Date accessed: 04 dec. 2022. doi: https://doi.org/10.31331/manggali.v2i2.2144.
Section
Articles