Penerapan “Rute Emas” Sebagai Salah Satu Desain Math Trail Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

  • Tri Mulyono Edi SMP N 33 Semarang
  • Akhmad Nayazik Universitas Ivet

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyak siswa yang kurang memiliki kemampuan dan kemauan belajar, sehingga belajar merupakan sesuatu yang sulit dan membosankan terutama pelajaran matematika, serta menganggap matematika adalah pelajaran yang kurang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penyebab adalah rasa kebosanan, kesulitan dan ketakutan siswa terhadap pelajaran matematika serta anggapan ketidakgunaan pelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya materi geometri dan pengukuran. Pada akhirnya melemahkan daya kreatifitas dan kemandirian siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika materi keliling dan luas bangun segiempat pada siswa kelas VII A di SMP Negeri 33 Semarang dengan penerapan “Rute Emas” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran di luar kelas. Pada peta “Math Trail” atau setiap titik petunjuk penjelajahan siswa dapat merumuskan, mendiskusikan, dan memecahkan masalah matematika yang menarik. Kegiatan Math Trail dapat dilakukan sendirian atau berkelompok untuk saling bekerja sama untuk memecahkan permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas meliputi 4 langkah: planning, actuating, observation, dan reflecting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil tes rata-rata kelas pada siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan dari  73,66 menjadi 75,05 serta prosentase banyaknya siswa yang mendapat nilai minimal 67 adalah 23 siswa (74,19)% menjadi 27 siswa (87,10%). Hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah materi menggunakan rumus keliling dan luas segiempat dalam menyelesaikan masalah melalui penerapan “Rute EMAS” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran matematika.


Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, desain Math Trail.


 


ABSTRACT


This research is motivated by many students who lack the ability and willingness to learn, so learning is something difficult and boring, especially mathematics, and considers mathematics to be a lesson that is less useful in everyday life. One of the causes is a sense of boredom, difficulties and fears of students towards mathematics and the presumption of the uselessness of mathematics in everyday life, especially geometry and measurement material. In the end it weakens the creativity and independence of students in learning. The purpose of this study was to improve the mathematical problem solving abilities of the surrounding and wide-area quadrilateral in students of class VII A in 33 State Junior High School Semarang by applying "Golden Route" as one of the Math Trail designs for learning outside the classroom. On the "Math Trail" map or each exploration point of instruction students can form, discuss, and solve interesting mathematical problems. Math Trail activities can be done alone or in groups to work together to solve problems. This research is a classroom action research covering 4 steps: planning, actuating, observation, and reflecting. The results showed that the results of the class average tests in the first and second cycles had increased from 73.66 to 75.05 and the percentage of students who received a minimum score of 67 was 23 students (74.19)% to 27 students (87.10 %). These results indicate an increase in the ability of material problem solving using the circumference formula and square area in solving problems through the application of "EMAS Routes" as one of the Math Trail designs in a mathematics learning.


Keywords: problem solving, math trail design.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2015). Penelitian Tindakan Kelas (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Cahyono, A. N., Ludwig, M., & Marée, S. (2015). Designing mathematical outdoor tasks for the implementation of The MathCityMap-Project in Indonesia. 9.

Fajriah, N., & Soraya, S. (2017). Penerapan Outdoor Learning dengan Media Klinometer Terhadap Aktivitas dan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa. Jurnal Review Pembelajaran Matematika, 2(1), 28–39. https://doi.org/10.15642/jrpm.2017.2.1.28-39

Fathani, A. H. (2016). Pengembangan Literasi Matematika Sekolah Dalam Perspektif Multiple Intelligences. Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains Dan Matematika, 4(2). https://doi.org/10.23971/eds.v4i2.524

Handayani KD, F. (2010). Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Purwodadi Kabupaten Pasuruan pada Materi Keragaman Bentuk Muka Bumi / Fitri Handayani KD. Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Purwodadi Kabupaten Pasuruan pada Materi Keragaman Bentuk Muka Bumi / Fitri Handayani KD, 0(0). Retrieved from http://library.um.ac.id/ptk/index.php?mod=detail&id=38440

Linawati, H. (2016). Pengaruh Metode Outdoor Study terhadap Hasil Belajar Siswa pada Konsep IPA Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(2). Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/15425

Maulidiyahwarti, G., Sumarmi, S., & Amirudin, A. (2016). Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Outdoor Study Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IIS SMA. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(2), 94–100. https://doi.org/10.17977/jp.v1i2.6101

Murtiyasa, B. (2015). Tantangan Pembelajaran Matematika Era Global. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UMS, 20.

Nugroho, A. A., & Hanik, N. R. (2015). Implementasi Outdoor Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa pada Mata Kuliah Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 41–44. https://doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v9i1.3884

OECD. (1999). Measuring Student Knowledge and Skills: A New Framework for Assessment. | VOCEDplus, the International Tertiary Education and Research Database. Retrieved July 15, 2019, from https://www.voced.edu.au/content/ngv:13670

OECD. (2013). PISA 2012 Assessment and Analytical Framework: Mathematics, Reading, Science, Problem Solving and Financial Literacy. Retrieved July 15, 2019, from https://www.voced.edu.au/content/ngv:13670

Ojose, B. (2011). Mathematics Literacy: Are We Able. Journal of Mathematics Education, 4(1), 89–100.
Rohim, A., & Asmana, A. T. (2018). Efektivitas Pembelajaran di Luar Kelas (Outdoor Learning) Dengan Pendekatan PMRI pada Materi SPLDV. Jurnal Pembelajaran Matematika, 5(3). Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/jpm/article/view/26062

Sanjaya, W. (2016). Penelitian Tindakan Kelas. Prenada Media.

Sari, R. H. N. (2015). Literasi Matematika: Apa, Mengapa dan Bagaimana? Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY, 8.

Shoaf, M. M., Pollak, H., & Schneider, J. (2004). Math Trails. Lexington, MA: The Consortium for Mathematics and Its Applications (COMAP).

Stacey, K. (2010). Mathematical and Scientific Literacy Around The World. Journal of Science and Mathematics Education in Southeast Asia, 33(1), 1–16.
Published
2019-07-25
How to Cite
EDI, Tri Mulyono; NAYAZIK, Akhmad. Penerapan “Rute Emas” Sebagai Salah Satu Desain Math Trail Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 273-292, july 2019. ISSN 2549-5070. Available at: <https://e-journal.ivet.ac.id/index.php/matematika/article/view/842>. Date accessed: 06 feb. 2023. doi: https://doi.org/10.31331/medivesveteran.v3i2.842.